Home » PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Khidmah Bermartabat di Muktamar Ke-35 NU: Jaga Marwah, Jauhi Politik Transaksional

No comments

YOGYAKARTA, Kanal Santri – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY menyerukan pentingnya menjaga marwah jam’iyah dalam menyongsong Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Melalui Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor PWNU DIY pada Rabu (29/7/2026), struktur jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah se-DIY secara bulat mengimbau agar perhelatan tertinggi organisasi tersebut mengedepankan akhlakul karimah, menjauhi politik transaksional, serta membebaskan diri dari intervensi kekuatan politik maupun modal.

Langkah ini diambil untuk memastikan agar Muktamar Ke-35 NU tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, melainkan sarana peneguhan khittah dan penguatan khidmah NU bagi keumatan dan kebangsaan.

BACA JUGA

Musyawarah untuk Merawat Amanah Muassis

Rois Syuriyah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki, menegaskan bahwa Muktamar NU pada hakekatnya adalah ruang permusyawaratan yang mulia untuk merawat nilai-nilai warisan para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, adab dan keikhlasan harus menjadi landasan utama.

“Muktamar NU harus menjadi teladan dalam berdemokrasi yang berlandaskan akhlakul karimah. Seluruh peserta hendaknya menjunjung tinggi adab, ukhuwah, dan keikhlasan dalam bermusyawarah. Jangan sampai muktamar yang mulia ini tercemari oleh praktik-praktik politik transaksional yang bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama,” tutur KH Mas’ud Masduki.

Kiai Mas’ud menambahkan bahwa tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah senantiasa mengajarkan agar setiap keputusan organisasi ditujukan demi kemaslahatan umat (maslahat al-ammah), bukan didorong oleh kepentingan pragmatis jangka pendek.

Menjaga Independensi dan Spirit Tambakberas

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr H Ahmad Zuhdi Muhdlor, M.Hum, menyampaikan pentingnya menjaga kemandirian organisasi agar keberkahan jam’iyah tetap terjaga. Kepemimpinan NU, menurutnya, harus lahir dari rekam jejak pengabdian yang tulus.

“Kami menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyin untuk bersama-sama menjaga Muktamar Ke-35 agar tetap mandiri dan bermartabat. Segala bentuk intervensi kekuatan politik maupun bisnis harus ditolak. Kepemimpinan NU harus lahir dari mekanisme organisasi yang sehat, berdasarkan kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian, bukan karena pengaruh kekuasaan ataupun kekuatan modal,” tegas Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor.

Ia juga menyoroti nilai historis dipilihnya Pesantren Tambakberas sebagai lokasi Muktamar. Menurutnya, Tambakberas adalah salah satu kawah candradimuka perjuangan dan pengkaderan ulama NU sejak era awal penataan organisasi.

“Spirit Tambakberas adalah spirit perjuangan, keilmuan, dan pengabdian. Nilai-nilai itulah yang harus menjadi ruh dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 sehingga mampu melahirkan kepemimpinan yang istiqamah menjaga khittah dan membawa kemajuan bagi NU pada abad keduanya,” pungkasnya.

PWNU DIY dan PCNU se-DIY mengimbau seluruh warga Nahdliyin di mana pun berada untuk bersama-sama mendoakan dan mengawal perhelatan Muktamar Ke-35 NU agar berjalan secara damai, sejuk, dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan agama, bangsa, dan kemanusiaan.*(red/rdp)

+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

MENGENAL PENULIS
R Dipadilaga

R Dipadilaga

Penulis

Penulis aktif di Kanal Santri yang berfokus pada kajian Islam, pendidikan, pesantren, dan pengembangan literasi umat.

8 Artikel Bergabung sejak Juli 2025
Lihat Semua Artikel
Bagikan: